Tuesday, April 27, 2010

Si Mbak SPG yang manis

Bagian yang paling tidak menyenangkan buatku ketika sedang belanja bulanan ke sebuah pusat perbelanjaan di Medan adalah: areal penjualan susu bayi dan anak-anak. Gimana nggak kesal, kalau kita selalu dikejar-kejar SPG disana.
Aku nggak tahu dengan ibu-ibu yang lainnya, tapi aku datang ke bagian penjualan susu anak bukan dengan pikiran kosong. Dari rumah, aku sudah menentukan pilihan susu apa yang akan kubeli untuk anakku. Nggak bakal berubah pikiran hanya karena mendengarkan “ocehanSPG yang terkesan memaksa selama 5 menit di dekat rak susu. Aku tahu, mereka semua sekedar menjalankan tugas. Tapi, bukankah seharusnya mereka terlebih dahulu memperhatikan kondisi si calon pembeli kan?

Kalau si calon pembeli terlihat sedang dalam keadaan terburu-buru, sebaiknya tak usah membuang-buang waktu untuk memaksakan diri menawarkan waktu untuk menjelaskan produk susu dulu. Karena calon pembeli yang seperti ini biasanya tidak mau repot-repot menyediakan waktunya yang sangat terbatas untuk mendengarkan kisah tentang DHA dan berbagai prosesnya. Kemungkinan yang akan terjadi adalah si ibu akan marah dan merasa terganggu karena terpaksa harus berhenti untuk mendengarkan uraian si SPG yang sama sekali tidak dibutuhkannya, sementara si SPG akan merasa tersinggung dengan sikap si ibu dan menganggap si ibu terlalu sombong. Akhirnya, kedua pihak merasa tidak enak.

Kecuali kalau si calon pembeli ini terlihat bingung-bingung sambil sibuk membaca komposisi di kemasan susu, nah ini baru cocok didekati. Mereka biasanya akan dengan senang hati mendengarkan kisah dari si SPG tentang betapa baiknya produk susu yang dijualnya itu. Dengan kata lain, si calon pembeli merasa senang dan kemungkinan membeli produknya, dan si SPG senang karena usahanya membuahkan hasil dan bisa tersenyum seperti mbak-mbak yang manis-manis di bawah ini.
Walaupun sebenarnya isi penjelasan dari semua SPG itu sama saja toh. Karena pada intinya akan mengatakan kalau “Produk susu mereka adalah yang terbaik diantara semua produk susu sejenis.” Bahkan mereka bisa menjelaskan “kekurangan” dari susu yang sudah kita pergunakan selama ini dengan sangat “ilmiah” dan meyakinkan. Aku sudah pernah mengalaminya. Hahaha.. Tapi, menurutku, semua produk susu itu adalah baik untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. Tidak perlulah saling menjelek-jelekkan. Iya toh?

Lagipula, alasan kita membeli susu bukan melulu karena “janji manis” yang ditawarkan produsen susu itu, tapi juga tentang pelayanan dan cara si SPG memperlakukan calon pembelinya.

10 comments:

  1. kalo aku pasang muka jutek mbak hehehe. mereka tuh tau trik nya pertaman tanya ade nya umur brapa bu? itu pertanyaan pembuka

    ReplyDelete
  2. memang sudah tugas nya spg, tapi kadang banyak spg yg tidak memperhatikan situasi dan kondisi dari calon pembeli seperti yg mbak uraikan diatas.padahal sebelumnya training sudah diberikan dari kantor,tapi itulah kadang situasi dilapangan selalu berbeda. saya juga pernah menjadi spg disalah satu produk fashion :)

    ReplyDelete
  3. Saya termasuk yg gak begitu suka masuk ke suatu toko terus diikutin mulu sama SPGnya, apalagi kalo pengen beli barang yg sudah kita rencanain dari rumah mau dibeli, eh gara2 si SPG ngarahin produk yg lain, aku jadi ikutan beli produk yg diarahin padahal ternyata gak cocok.hiks hiks...

    Sejak itu aku sering pasang tampang males kalo dideketin SPG, kecuali kalo lg butuh bantuan mereka,hehehe...

    ReplyDelete
  4. Belum pernah beli susu bayi...jadi belum pernah dikejar2 mbak2 SPG nih. Sebaiknya memang mbak2 SPG ini lebih peka, lebih bisa baca sikon pembeli...

    ReplyDelete
  5. mungkin seperti itulah mereka dididik To ..., btw SPG-nya halak hita do ...?

    ReplyDelete
  6. itulah tugas SPG..berusaha supaya dagangannya laku. jadi, seringkali tidak mau tau soal si calon pembeli lagi buru2 atau tidak.
    soal produk susu mereka yg terbaik dibandingkan produk susu sejenis...pastilah...mana ada kecap no 2 hehe..

    ReplyDelete
  7. kl gw langsung kabur jeng...beli ditempat laen yg spgnya gak hiperaktif...

    ReplyDelete
  8. Hello there..Just wondering..What kind of popular milk in Indonesia?

    ReplyDelete
  9. Mereka lagi ngejar setoran, kali, Ris? hihi...

    ReplyDelete
  10. setuju, biasanya kalo dah percaya sama satu produk, susah buat pindah ke merk lain

    ReplyDelete

Visit my other blogs:
Mommy Mayonnaise
Mirror On The Wall
Cerita Film

Spamming and insulting comments are not allowed and will be deleted for sure. Thanks for sharing your opinions.

Shelfari: Book reviews on your book blog
Blog Widget by LinkWithin
 

~Serendipity~ | Simply Fabulous Blogger Templates | Mommy Mayonnaise | Female Stuff