Friday, June 13, 2014

I Stand On The Bright Side Pemilu 2014

Banyak yang mengeluh kalau timeline (baik Facebook ataupun Twitter) sekarang ini dipenuhi berita yang sama dan membosankan, apalagi kalau bukan tentang pilpres. Memang sih, lama-lama jadi membosankan. Semua berebut berbagi link informasi tentang capres favoritnya, tak perduli sumber berita itu valid atau tidak. Apalagi tahun ini pilihan kan cuma ada dua ya, jadi link berita yang ada, kalau bukan tentang capres 1 yah pasti tentang capres 2 kan? Makanya jadi membosankan.

Aku sih suka dengan berita politik, bukan anti loh. Aku juga punya pilihan capres sendiri. Aku kurang menyetujui pilihan beberapa (atau banyak?) orang yang memutuskan untuk TIDAK MEMILIH di Pilpres nanti, bahkan selalu mengajak orang di sekitarku agar DATANG KE TPS nanti. Banyak yang memutuskan untuk tidak datang ke TPS dengan alasan sederhana dan menurutku masuk akal: "buat apa capek-capek memilih. Toh siapapun yang nantinya menang pemilu, kelakuannya sama saja kok, korupsi."
Dan memang, tidak ada yang bisa menjamin, kalau capres pilihannya tidak akan korupsi kalau menang nanti. Tapi aku juga bisa memberikan alasan kenapa sebaiknya kita menyisihkan waktu untuk datang ke TPS: "agar kertas suara kamu tidak kosong, sehingga bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu" Itu saja kok. Sederhana saja kan?

Banyak juga kok orang yang datang ke TPS itu tidak memiliki calon tertentu yang ingin dicoblos (berkaca dari pemilihan legislatif kemarin). Ada juga yang datang untuk mencoblos SEMUA WAJAH CALEG di kertas pilihan >.< sebenarnya bukan hal yang patut dibanggakan, tapi itu hak pribadi individu masing-masing. Alasannya: "Yang penting aku datang mengambil surat suara yang menjadi hak-ku, untuk kucoblos sesuai keinginanku. Ntar kalau aku nggak datang, kertas suaraku jadi kosong dan bersih. Bisa aja dipakai oleh orang-orang yang berkepentingan untuk melakukan sesuatu yang nggak bener. Kalau udah kucoblos begitu, kertas suaraku nggak bisa diapa-apain lagi toh. Cuma dihitung jadi kertas suara tidak sah aja."

Sudah bukan berita malu-malu lagi kalau banyak pihak-pihak yang "bermain" untuk memanfaatkan surat-surat suara yang kosong karena tidak dipergunakan oleh pemilihnya. Ada rumor yang mengatakan kalau surat suara kosong itu bisa "dijual" ke pihak-pihak yang membutuhkan, untuk mendongkrak jumlah suara. Logikanya, seapatis-apatisnya kamu dengan jubelan partai di negeri kita ini, jauh di lubuk hatimu, kamu pasti memiliki satu partai yang paling tidak kamu sukai toh? Nah, gimana kalau kertas suara kosong kamu itu malah "dipakai" untuk mendongkrak suara partai yang kamu benci itu? Rela? Aku sih, pasti nggak rela :) 
Karena itulah aku selalu mengajak orang-orang di sekitarku (anggota keluarga, tetangga, dll) untuk datang memilih ke TPS. Kalau tentang siapa yang mau dicoblos di bilik suara, itu kembali ke nurani masing-masing. Mau di kelompok dengan surat suara sah atau sebaliknya di kelompok dengan surat suara tidak sah. Yang penting, surat suara kamu terpakai karena itu sudah menjadi HAK mu sepenuhnya.

GOLPUT juga pilihan, kata sebagian besar orang. Itu tidak menjadi masalah, selama pilihan kita tidak mengganggu pilihan orang lain. Yang menjadi masalah adalah kalau sampai perbedaan prinsip ini sampai mengganggu hubungan pertemanan. Masa iya sih, yang sebelumnya berkawan akrab dan saling menyapa di Sosmed, tiba-tiba jadi saling menyindir dan menyudutkan hanya gara-gara berbeda pilihan capresnya? Kadang ada yang berdebat terbuka lewat status di Facebook, sehingga semua orang di jaringan pertemanannya bisa membaca debat tidak sehat itu. Bahkan ada juga yang sampai delete contact di BBM. Kok rasanya tolol sekali ya. Sefanatik apapun kita terhadap capres pilihan kita, tetap saja lebih penting hubungan pertemanan. Mengutip status salah seorang teman di sosmed: "Siapapun yang nantinya terpilih sebagai presiden, tetap saja semua orang harus membeli beras dengan uang masing-masing."
Mau presiden 1 atau presiden 2, tidak akan mengubah kenyataan kalau mereka tidak mengenal kita dan lingkungan pergaulan kita sehari-hari. Menang atau kalah, kita hanya akan masuk dalam kategori "angka peserta pemilu" toh. Jadi kenapa harus berkelahi seperti anak kecil? Malu-maluin saja.

Itu juga salah satu alasan kenapa aku memilih untuk tidak ikut memakai twitbon "I stand on whatever side" seperti yang lain. Selain karena itu bisa memicu suasana tidak enak dengan orang-orang di jaringan pertemanan yang ternyata tidak cukup "dewasa" untuk menyadari kalau orang lain juga berhak memilih hal yang berbeda darinya. Juga karena aku menganggap siapapun yang menjadi pilihanku, tidak semua orang harus mengetahuinya. Ini politik. Orang bisa bicara A di muka, tapi melakukan B di belakang. Orang bisa gembar-gembor bilang memilih capres "hantu" di sosmed, tapi ternyata mencoblos capres "siluman" di hari-H #bukankode ya. Jadi, gak usah lebay dan euphoria lah. Dinikmati aja kemeriahan pemilu tahun 2014 ini (yang katanya paling berwarna) dengan segala berita yang menghiasi timeline. Jangan sampai merusak pertemanan. Waktu masih panjang, tidak terhenti di tanggal 9 Juli saja toh.

Untuk twitbon, aku lebih memilih: "I Stand On The Bright Side" dengan harapan siapapun yang nantinya terpilih jadi presiden, harus bisa membawa bangsa ini ke sisi terang yang lebih bermartabat.

Berbeda pendapat itu sah-sah saja. Berbeda pilihan capres juga tidak ada yang melarang. Tapi diperlukan sikap dewasa agar perbedaan itu tidak berubah menjadi perselisihan, sementara mereka yang diperebutkan masih bisa tersenyum dan saling berjabat tangan disana. Siapa yang tahu, kalau mereka yang terlihat berselisih di media itu, ternyata minum kopi sama-sama ketika tidak ada media yang meliput. Namanya juga politik. Tak semuanya itu seperti yang terlihat.

#ayokeTPS #janganGolput #pemilu2014

Thursday, January 9, 2014

Will This Illegal Logging Last Forever?

I am definetely not an environmental activist for sure. I am not a member of any environtmental organization either. For I am just an ordinary woman who raises two kids who deals with ordinary activities between house and school. So I can not speak as powerful as you who familiar with environtmental issues. But even an ordinary mother likes me will hate this picture below!

You do not have to be an environmental activitist to realize how wrong that picture could be. I took this picture about last December during our way back home to Medan after spending Christmas is my hometown. It is a big truck which carried so many logs and drives across the highway with no car plate visible. I think the driver really has guts to take all those logs across the highway where there is a big possibility that he would cross path with the highway patrol. But then I realize the ironic of my innocent thought. How could he worries about getting caught by highway patrol for carrying so many logs in his truck while he does not even care to put a car plate which actually is against the law in the first place. So I finally think that this guy must have someone to cover him up while doing this illegal logging and carry them across the highway in the mid day. So that he does not need to be afraid of any highway patrol sine he already has the 'magic letter' in his pocket, just in case they caught him on the road.

You see, the condition of our forest is getting worse and worse every year. I am not talking about the forests all over Indonesia, its way to large for me. I am talking about the nearest forest in Sumatera Utara where I can see with my own eyes. The largest forest I usually see is on the way to Danau Toba (Toba Lake) in Parapat City. Actually, you can enjoy the beautiful scenery of the forest along the meandering road where tall trees covering you like canopy. It is so peacefully and so beautiful. You can also see monkeys sitting on the edge of the road waiting for cars to stop and throw foods from the car's window. You will see no high building, even houses are rare to find.
But who knows that in fact its all just a covered up lie. You can see those beautiful trees along the road as the picture above, but if you try to cross the edge of the forest and go deeper, you will find that there are a large empty area behind those beautiful trees that you saw from the road. There are very few trees left behind them, where you can not see directly unless you try to find them. The empty area are getting larger every time since no one wants to stop the illegal logging back there. Huge companies pay lots of money to get illegal permitt before destroying that beautiful forest.

There's been talking about this here and there. Local medias have written about this too as well as the environtmental activists. But it's been a long time and still there is no punishment given to any one involved yet. That is why I have a feeling that this illegal logging is still going to happen for the next few years. I just hope that it won't last forever. Save our forest! So our children in the future will still able to enjoy the scenery of famous Danau Toba below with the beauty of the forest surround it.


Wednesday, January 8, 2014

Historical Old Building on Jalan Hindu Medan

What do our cities need to have/provide in order to attract visitors to come? Nature scenery is always be the most popular destination but obviously its hard to find a lake or a beautiful mountain scenery in the middle of a big city like Medan. Places with incredible culinary experiences has been the pronounced as a main destination for tourists to come here since Medan indeed is a melting pot. Almost every visitors come here to try our local taste and never get disappinted. So many places with great culinary experiences are usually noted well and promoted by the local media or travel agents. As well as places as shopping spree destinations such as malls, hotels or plazas. All those gigantic and modern buildings stand out in almost every places in Medan and many more modern buildings are yet to come.

On the other side, ironically, we must see so many historical old buildings are forgotten. Like this one below.

This is a huge historical old building that you can find on Jalan Hindu Medan. This buildings is from the colonial era and was a supermarket built by a Germany architect and was taken by the Dutch. The actual condition of this building is still good but surely needs to be restored. Almost entire of the wall is covered with moss and the original colour has changed due to ages. But the antique windows are still look amazing and the entire building is still stand strong.

I am not sure about who owns this building now, is it the local authority or a big company in Medan. But I heard that some local communities are using this old building as their base camps where they can sit together with their fellow friends, smoking, drinking or doing nothing useful for this building. Many historians have asked the local authority to turn this historical building into historical museum. It will become a very useful places where people can learn about their past while preserving the building at the same time, but has got no good responses so far while the building is getting 'weaker and weaker' everytime.

Medan has zero historical museum yet (do not ask me how many mall and hotels are now here #ironic) History is not just a matter of dates and events we need to memorize during school and forgotten afterwards. This historical building should last longer so that our children can also see and understand its historical background and how Medan was built during the colonial era. I read a lot about countries which preserve their historical buildings for so many years such as England, Netherlands, etc while the opposite thing is happening here in Medan. So sad.
We should not wait until this gorgeous building becomes completely ruins before finally realize how precious it really is. Its going to be too late...

Not far from this building, you can find old coffee shop which is famous among coffee lovers in Medan. You can read my post about it here.

Monday, December 30, 2013

Our Favorite Zoo

Hello again my dear friends, how was your Christmas celebration there? I hope its as merry as ours :)
We went to my hometown in Siantar on December 24 along with my husband and the kids. One day, we went to the local zoo nearby after attending service at church. My kids love animals and we do not have much time to take them to the zoo in Medan. And the zoo in Siantar is way better than Medan. Below, I share some of pictures when we're at the zoo. I hope you enjoy it :)

There are hundreds of animals here, unfortunatelly I can not capture them one by one. So I choose deer, white tiger, lion, camel, and zebra.


My favorite activity at the zoo is feeding the deer :D
You can just stand close to the cage and wait for the deer to come. They seems to know that you have something tasty to share: boiled peanut. They love it. They will eat it directly from you hard, just be gentle.

The camels and llama are on the same cage. I know that Ilama is spitter and I choosed to stay away from it while trying to capture the camel on its best angle.

Next to the camel cage are African zebras with their beautiful blastered fur. The children love zebras but since the zebra always walk and never stand still, I can not capture them with my kids.

As for the carnivore section, here are white tiger. Actually I saw a lion and a leopard, but it was far away from the front cage and I can not capture them.

-----***-----

Ironically, yesterday, I read that one of Indonesian's zoo has beed dubbed as The Zoo of Death in Daily Mail UK. You can read the article here. It was a shameful story and contradicted with the zoo we visited in Siantar.
The zoo in Surabaya is called as world's cruellest zoo due to how they treat animals in there. Its a very sad story and the article also show you sickening pictures of them. Animal shouldn't be treated that way. And I hope that Dailymail article will make the local government see and do something about it real soon :(

Friday, December 20, 2013

Selamat Hari Natal 2013

Tinggal lima hari lagi, saudara-saudaraku, kita akan merayakan Natal :) 
Kebanyakan dari kita akan merayakan malam Natal di gereja pada tanggal 24 malam, berkumpul bersama keluarga dan saudara seiman lainnya. Mendengarkan kotbah pendeta tentang kisah kelahiran Yesus di Betlehem dan bagaimana pengaruhnya pada kehidupan kita umat Kristen sampai hari ini. 


Bagiku sendiri, selain ibadah khusus hari Natal, Natal juga berarti kesempatan yang lebih lama bisa berkumpul bersama saudara, menikmati sukacita Natal dan pernak perniknya. Bisa merasakan betapa berbeda nya bulan Desember dibandingkan dengan sebelas bulan lainnya :) dan merasakan syukur karena Tuhan masih mengizinkan kami berkumpul merayakan Natal tahun ini dalam keadaan sehat dan bersuka cita. Sambil berdoa semoga masih ada umur untuk merayakan Natal lagi di tahun depan.
Itulah sukacita. Natal yang sesungguhnya bagiku. Natal memang seharusnya dirayakan bersama keluarga dan bersama saudara-saudara seiman lainnya, berkumpul dan berdoa bersama. Ucapan "Selamat Hari Natal" hanyalah sebagai aksesoris tambahan saja bukan?

Tiap tahun kita selalu melihat masalah yang sama setiap bulan Desember. Mengenai BISA atau TIDAK nya mengucapkan SELAMAT HARI NATAL pada umat Kristen yang sedang merayakannya. Ada pro dan kontra. Baik dari Kristen dan bukan Kristen. Yang jadi pertanyaannya, apakah sebegitu pentingnya bagi kita umat Kristen untuk mendapatkan ucapan Selamat Natal dari non-Kristen? Apakah menjadi masalah kalau mereka tidak mau mengucapkan Selamat Natal kepada kita? Apakah itu mengganggu suasana khidmat ibadah Natal kita? Apakah itu merenggangkan hubungan kekeluargaan kita? 

Jawaban yang pasti: TIDAK ADA PENGARUHNYA!

Ucapan Selamat Natal dari sesama umat Kristen saja sudah cukup bagi kita, tidak perlu memaksa orang yang lain yang tidak ingin untuk mengucapkannya juga. Perayaan Natal kita adalah tentang damai dan sukacita yang kita miliki diantara kita, yang berusaha kita sebarkan ke sekitar kita, agar orang lain juga ikut bersukacita dan merasakan damai nya. Tidak perlu ada pemaksaan apapun kan? :)

Natal tetap bermakna bagi mereka yang merayakannya, dengan atau tanpa ucapan "Selamat Natal" dari mereka yang tidak merayakannya. Seperti Christmas Quote di atas. Mari kita rayakan damai Natal tahun 2013 ini. 

Selamat Hari Natal untuk saudaraku sesama Kristen yang merayakannya. Tuhan Yesus memberkati kita semuanya.

Shelfari: Book reviews on your book blog
Blog Widget by LinkWithin
 

~Serendipity~ | Simply Fabulous Blogger Templates | Mommy Mayonnaise | Female Stuff