Monday, February 22, 2010

Neraka Di Infernonya-Dante (13)

Bagian Ketigabelas: Pintu Keluar Neraka

Untuk keluar dari lapisan ke-9 ini, Dante dan Virgil harus menuruni tubuh Lucifer yang berbulu lebat itu ke bagian bawah lapisan es. Ternyata lapisan es akan mencair sesudah berada sejauh beberapa meter dari tubuh Lucifer. Setelah merangkak turun selama beberapa saat, Dante merasa seperti sedang berubah arah dari menuruni menjadi mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Ini adalah penanda kalau ia telah melewati pusat bumi, dimana semua massa benda menjadi seimbang. Perjalanan itu akan berujung ke sebuah goa yang menimbulkan gema dan dilalui oleh sungai jernih yang sangat indah.
Gua ini adalah sebagai pintu masuk menuju ke Purgatory. Beberapa lapisan di atasnya adalah jalan menuju ke pintu Purgatory, sehingga harus dilalui dengan mendaki. Sampai akhirnya akan sampai kembali ke permukaan dan melihat bayangan bintang-bintang kemilauan di tepi pantai di kaki gunung Purgatory.

Akhirnya, ini adalah artikel penutup untuk kisah bersambung Neraka di Inferno-nya Dante. Tak terasa kalau artikel tentang ini sudah mencapai 13 artikel. Terus-terang, pada awalnya aku tidak yakin kalau ada yang tertarik dengan topic ini. Ternyata, banyak diantara kawan-kawan yang sangat menyukainya dengan menantikan artikel-artikel selanjutnya. Bahkan ada seseorang yang memiliki usaha penerbitan menawarkan untuk membuat versi cetak dari artikel-artikel ini. Lengkap dengan keuntungan royalty yang bisa masuk ke kocek pribadiku.
Tapi, maaf seribu maaf. Inferno ini bukanlah karyaku, kawan-kawan. Ini adalah sastra klasik Eropa yang sudah ditulis tujuh abad yang lalu dan dipelajari banyak sastrawan Eropa. Manalah mungkin aku bisa menarik keuntungan bahkan mempublikasikannya kembali demi kepentingan pribadi. Aku cukup senang dengan hanya bisa membagikannya pada kawan-kawan yang lain. Kalau ternyata ada yang menyukainya dan mengikuti artikelnya dari awal hingga akhir, aku benar-benar senang. Bahkan ada yang bilang kalau dia menyimpan copy-an dari setiap artikelnya. Wow, aku benar-benar tersanjung.

Kalau nanti adalagi artikel menarik yang sudah berusia ratusan tahun seperti ini lagi, pasti dengan senang hati akan aku bagikan lagi.

1 comment:

  1. Mantab banget mba artikelnya, berikutnya bahas Paradise Lost karangan pujangga Inggris kuno John Milton donk hehehehe ditunggu yach :D

    ReplyDelete

Visit my other blogs:
Mommy Mayonnaise
Mirror On The Wall
Cerita Film

Spamming and insulting comments are not allowed and will be deleted for sure. Thanks for sharing your opinions.

Shelfari: Book reviews on your book blog
Blog Widget by LinkWithin
 

~Serendipity~ | Simply Fabulous Blogger Templates | Mommy Mayonnaise | Female Stuff