Thursday, May 6, 2010

City of Bones-Cassandra Clare

Sebenarnya, yang pertama sekali membuatku tertarik untuk membeli buku ini adalah kutipan pernyataan Stephenie Meyer (pengarang Twilight Saga dan The Host) tepat di sampul depannya. Aku menyukai karya-karya Stephenie dan memiliki semua bukunya. Jadi, kupikir buku City of Bones ini, sedikit banyak, akan menyerupai reputasi tulisan Stephenie. Dan ternyata aku tidak salah. Buku ini masuk dalam kategori favoritku.
Aku penggemar berat buku-buku berthema fantasi seperti ini. Dan Cassandra Clare berhasil membuatku penasaran dan tidak sabar untuk melanjutkan ke buku kedua. Pemeran utama dalam buku ini adalah Clarissa Fray, seorang gadis remaja yang sudah tidak memiliki ayah lagi.

Kehidupannya berjalan seperti remaja lainnya, sampai ketika dia bertemu Jace cs di sebuah klub. Itulah saat pertama kalinya dia mengetahui keberadaan iblis dan berbagai bentuk penjelmaannya. Bahwa ternyata Jace dan teman-temannya adalah mahluk berdarah campuran (manusia dan malaikat), yang disebut Nephilim, yang secara turun temurun telah menjaga perdamaian di bumi.

Dari mereka lah Clarissa mengetahui tentang keberadaan drakula, manusia serigala, penyihir, peri, dan mahluk-mahluk “dongeng” lainnya, sebagai penghuni Dunia Bawah. Para Nephilim tinggal di bumi dan menjaganya dari serbuan mahluk dunia bawah itu. Ada perjanjian yang telah kedua pihak sepakati untuk dilaksanakan, agar masing-masing bisa hidup berdampingan tanpa harus saling mencelakakan. Dan para Nephilim bertugas untuk memastikan tidak ada penghuni Dunia Bawah yang membuat kekacauan di tempat para Fana (sebutan untuk manusia biasa).

Pada awalnya, Clarissa tidak mau percaya dengan semua itu, sampai ketika dia menyadari bahwa ibunya diculik oleh Valentine. Ia adalah orang yang menolak adanya perjanjian damai dengan penghuni Dunia Bawah. Valentine adalah seorang Nephilim yang memberontak dan sedang menggalang kekuatan untuk mengumpulkan kekuatan. Ia berencana untuk menyerang dan menghancurkan Dunia Bawah untuk selamanya.

Para Nephilim tidak setuju, karena menurut mereka kaum Dunia Bawah masih akan berguna kalau diajak bekerjasama memerangi Iblis. Sehingga mereka berusaha menghentikan Valentine. Di buku pertama ini, yang menjadi topik perebutan adalah: Piala Mortal. Piala ini bisa mengubah manusia biasa menjadi Nephilim dalam seketika. Valentine ingin menggunakannya untuk kepentingannya. Meskipun dalam prosesnya, manusia itu bisa saja terbunuh.

Clarissa akhirnya bekerja sama dengan Jace cs, untuk menemukan Valentine. Meskipun tujuan mereka berbeda. Clarissa ingin menemukan ibunya kembali, Jace cs ingin mencari Piala Mortal.

Selain penggambaran yang unik akan “mahluk-mahluk dongeng” diatas, buku ini juga diselingi romansa khas remaja, yang ringan dan tidak berlebihan, Itulah yang embuat buku ini tidak terlalu “diberati” dengan hal-hal fantasi belaka. Khususnya, ketika akhirnya Clarissa dan Jace jatuh cinta. Tapi ada kejutan yang akhirnya membuat hubungan mereka tidak akan pernah sama lagi. Buku yang bagus. Aku tidak sabar ingin melihat buku keduanya. Kawan-kawan sudah baca belum?
b

3 comments:

  1. sepertinya bagus nih..langsung ke Gra**dia deh...biar beli..

    ReplyDelete
  2. wah belumtau neh gw...kayaknya luar biasa...gw jg suka buku or pilem yg berkategori fantasi...

    ReplyDelete
  3. keren ya kaya nya. moga2 aku sempet baca nih

    ReplyDelete

Visit my other blogs:
Mommy Mayonnaise
Mirror On The Wall
Cerita Film

Spamming and insulting comments are not allowed and will be deleted for sure. Thanks for sharing your opinions.

Shelfari: Book reviews on your book blog
Blog Widget by LinkWithin
 

~Serendipity~ | Simply Fabulous Blogger Templates | Mommy Mayonnaise | Female Stuff