Neraka Di Infernonya-Dante (13)

Bagian Ketigabelas: Pintu Keluar Neraka

Untuk keluar dari lapisan ke-9 ini, Dante dan Virgil harus menuruni tubuh Lucifer yang berbulu lebat itu ke bagian bawah lapisan es. Ternyata lapisan es akan mencair sesudah berada sejauh beberapa meter dari tubuh Lucifer. Setelah merangkak turun selama beberapa saat, Dante merasa seperti sedang berubah arah dari menuruni menjadi mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Ini adalah penanda kalau ia telah melewati pusat bumi, dimana semua massa benda menjadi seimbang. Perjalanan itu akan berujung ke sebuah goa yang menimbulkan gema dan dilalui oleh sungai jernih yang sangat indah.
Gua ini adalah sebagai pintu masuk menuju ke Purgatory. Beberapa lapisan di atasnya adalah jalan menuju ke pintu Purgatory, sehingga harus dilalui dengan mendaki. Sampai akhirnya akan sampai kembali ke permukaan dan melihat bayangan bintang-bintang kemilauan di tepi pantai di kaki gunung Purgatory.

Akhirnya, ini adalah artikel penutup untuk kisah bersambung Neraka di Inferno-nya Dante. Tak terasa kalau artikel tentang ini sudah mencapai 13 artikel. Terus-terang, pada awalnya aku tidak yakin kalau ada yang tertarik dengan topic ini. Ternyata, banyak diantara kawan-kawan yang sangat menyukainya dengan menantikan artikel-artikel selanjutnya. Bahkan ada seseorang yang memiliki usaha penerbitan menawarkan untuk membuat versi cetak dari artikel-artikel ini. Lengkap dengan keuntungan royalty yang bisa masuk ke kocek pribadiku.
Tapi, maaf seribu maaf. Inferno ini bukanlah karyaku, kawan-kawan. Ini adalah sastra klasik Eropa yang sudah ditulis tujuh abad yang lalu dan dipelajari banyak sastrawan Eropa. Manalah mungkin aku bisa menarik keuntungan bahkan mempublikasikannya kembali demi kepentingan pribadi. Aku cukup senang dengan hanya bisa membagikannya pada kawan-kawan yang lain. Kalau ternyata ada yang menyukainya dan mengikuti artikelnya dari awal hingga akhir, aku benar-benar senang. Bahkan ada yang bilang kalau dia menyimpan copy-an dari setiap artikelnya. Wow, aku benar-benar tersanjung.

Kalau nanti adalagi artikel menarik yang sudah berusia ratusan tahun seperti ini lagi, pasti dengan senang hati akan aku bagikan lagi.

Neraka Di Infernonya-Dante (12)

Bagian Kedua Belas: Lapisan ke-sembilan (Cocytus)

Melewati Lapisan Ke-8 dan bagian-bagiannya, akhirnya Dante memasuki lapisan ke-9 ini. Tempat ini adalah untuk mereka-mereka yang telah menjadi penghianat semasa hidupnya. Berupa lautan es yang membeku, bahkan saking bekunya permukaannya menjadi lebih mirip seperti seprai daripada air yang membeku.

Lapisan ini terbagi atas empat area sesuai dengan jenis penghianatan yang dilakukannya.
Pertama, Caina, untuk mereka yang mengkhianati kerabat keluarganya.
Area paling luar dari inti neraka ini dinamai Caina, yang diambil dari nama Cain. Ia adalah pendosa pertama dalam kategori ini, karena dia telah tega membunuh adiknya sendiri, Abel, karena dengki. Hukuman untuk mereka adalah terkubur hampir seluruh tubuhnya di dalam hamparan es yang membeku itu, kecuali bagian wajah. Penderitaan mereka terlihat dari kesakitan dan kerutan yang tergambar di wajah mereka.

Kedua, Antenora, untuk para penghianat terhadap negaranya.
Seperti halnya Caina, nama Antenora juga memiliki latar belakang. Antenora adalah nama seorang prajurit Troya yang telah menghianati kotanya dan menyerahkannya ke tangan Yunani. Tak hanya terhadap negaranya saja, tempat ini juga menampung para pendosa yang telah menghianati kota-nya ataupun partai politiknya. Hukuman untuk mereka adalah ditanam di dalam es hingga sebatas leher, sehingga hanya kepalanya yang terlihat.

Ketiga, Ptolomea, untuk penghianat terhadap tamu dan atasannya.
Ptolemy adalah nama seorang kapten dari Yerikho, yang telah membunuh ayah mertua dan kedua saudara iparnya ketika mereka sedang makan. Ptolomea adalah tempat untuk mereka yang telah menghianati tamu, majikan, rekan sekelompok, ataupun hubungan sosial sejenis lainnya. Mereka mendapat dua jenis hukuman. Bagian belakang tubuhnya tertanam di dalam es yang membeku, sementara di bagian depan yang berada di permukaan es, wajah dan mata mereka akan membeku karena air mata. Mereka bisa bercerita tentang keadaan tempat itu, kalau lapisan es di bagian wajah mereka disingkirkan. Dikatakan bahwa jiwa-jiwa yang berada di tempat ini sebenarnya masih memiliki raga yang mendiami dunia nyata. Hanya saja, raga mereka itu sudah dirasuki oleh setan. Jadi, siapapun yang melakukan penghianatan jenis ini, jiwa mereka sebenarnya sudah dikirim langsung ke Ptolomea.

Keempat, Judecca, untuk mereka yang menghianati Tuhan (penciptanya)
Hukuman untuk pendosa yang paling berat ini adalah dengan terkubur hingga seluruh badan di dalam lapisan es yang membeku. Di bagian paling tengah area ini, akan terlihatlah Lucifer, raja setan, malaikat kegelapan yang jatuh ke dalam dosa. Dia juga terkubur dalam es yang membeku di bagian tengah Judecca, tapi setengah bagian dadanya masih berada di permukaan. Tubuhnya luar biasa besar dengan bentuk sayap seperti kelelawar.
Lucifer punya tiga wajah, yang dipergunakannya untuk mengejek Trinitatis (Allah Tritunggal). Wajah yang menghadap ke depan berwarna merah. Wajah ini akan menggantikan “Kasih Allah” dengan kebencian tiada tara. Disebelahnya berwarna kuning, yang menggantikan “Kemahakuasaan Allah” dengan ketidakmampuan. Wajah yang ketiga berwarna hitam untuk menggantikan “Kebijaksanaan Allah” dengan ketidakperdulian.

Masing-masing wajah memiliki mulut dari penghinat-penghianat terhadap Tuhan yang paling buruk sedunia. Mulut yang pertama adalah milik Judas Iskariot yang menghianati Kristus demi tigapuluh keping uang perak. Ia mendapat hukuman yang terburuk dengan berada dikunyah oleh wajah yang berwarna merah dan dicakar oleh sayap Lucifer yang berbentuk sayap kelelawar itu. Mulut yang kedua adalah milik Marcus Brutus, yang telah menghianati Caesar, dia dikunyah oleh wajah yang berwarna hitam. Mulut yang ketiga adalah Caius Cassius Longinus yang juga merupakan penghianat Caesar.

Dan untuk bisa mencapai Pintu Keluar Neraka, Dante dan Virgil harus melewati tubuh Lucifer terlebih dulu.

Neraka Di Infernonya-Dante (11)

Bagian Kesebelas: ()Bolge X: Untuk para Pemalsu
Setelah Bolge IX, terdapat Bolge terakhir. Di Bolge yang terakhir ini, dihukumlah semua pemalsu, apapun jenis barang yang dipalsukannya. Bolge ini berbau sangat busuk dan semua pendosa diberi tanda yang berbeda menurut menurut nama penyakit. Seperti: Lepra (yang merupakan sumber bau busuk disana), rabies (dengan berlarian kesana-kemari untuk menggigit orang lain) dan penyakit seksual. Mereka semua merangkak di tanah karena terlalu lemah dan tak mampu berjalan.
Pembuat logam palsu (yang termasuk termasuk dalam kategori ini adalah ahli kimia) akan dihukum dengan lepra yang memenuhi seluruh tubuhnya dengan rasa gatal yang tak tertahankan.
Orang yang memalsukan riwayat hidupnya akan diubah menjadi babi hutan yang akan mengejar-ngejar yang lainnya. Karena dalam hidupnya mereka telah melarikan diri dari kenyataan dan bersembunyi di balik penampilan orang lain, maka di dalam kematiannya mereka harus berlari tanpa henti.
Pemalsu uang akan menderita haus yang tak akan berakhir, lidah yang retak-retak dan perut yang sakit. Mereka bisa mendengar dan melihat ada air beberapa kaki di depannya tapi tak akan pernah mampu mencapainya.
Pembuat kesaksian palsu akan terus menerus menderita demam tinggi. Begitu tingginya sampai tubuh mereka terus menerus mengeluarkan asap, seperti sedang dimasak. Yang termasuk dalam kategori ini adalah perempuan-perempuan yang suka melebih-lebihkan cerita untuk gosip, pria-pria hidung belang, penjual obat koyok, dan psikolog yang melakukan diagnosa tipuan. Bahkan ada beberapa diantara mereka adalah orang-orang yang terlalu fanatik pada agamanya.

Setelah kesembilan Bolge ini, terdapat sebuah lahan kosong yang berbatu yang mengarah ke kesuraman bagian dalam Neraka. Kemungkinan tempat ini dipersiapkan untuk dosa-dosa yang baru, yang pada masa itu belum ada. Di bagian terjauh dari tanah ini, sejumlah besar raksasa dikubur setinggi pusar di dalam tanah. Mereka disatukan satu sama lain dengan rantai begitu eratnya, sehingga mereka hanya bisa mengerdipkan mata dan menggertakkan giginya (yang besarnya seperti perisai abad pertengahan) saja. Para raksasa ini dikubur tepat di bagian luar tembok yang tingginya hanya sedagu mereka. Bagian atasnya datar dan bagian dalamnya melandai. Orang bisa mendaki raksasa-raksasa itu kemudian meluncur ke lingkaran yang kesembilan. Masalahnya adalah, daerah itu sangat dingin. Sehingga jika bersentuhan langsung dengan tubuh, akan langsung lengket dengan esnya.

Raksasa Antaeus yang bernama Cocytus, bisa dibujuk untuk mengantarkan para pendatang menyeberang ke Lingkaran Sembilan.
Ada salah satu raksasa disitu yang bernama Nimrod (yang diperkirakan turut membangun Babel) yang dikutuk untuk berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti untuk selama-lamanya. Ada juga yang bernama Ephialtes, anak raksasa dari Dewa Poseidon dari mitologi Yunani. Mereka adalah jembatan menuju lapisan terakhir, Lapisan Kesembilan.

Neraka Di Infernonya-Dante (10)

Bagian Kesepuluh: ()Bolge VI: untuk mereka yang munafik
Setelah Bolge V, Dante dan Virgil melanjutkan perjalanan ke Bolge VI. Para munafik yang dihukum disini akan dibebani dengan jubah besar yang terbuat dari timah dengan penutup kepala yang menutupi mata mereka sehingga tampak lemah dan tak berdaya.

Dalam kesakitan, mereka akan berjalan selamanya melalui jalan yang sempit. Jubah itu dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai jubah biarawan. Karena penampilan luar seorang munafik tampak berkilau dan memancarkan kekudusan, tapi di balik jubah itu tersembunyi dosa penghianatan yang besar yang harus ditanggung jiwa itu selama-lamanya. Jika mereka berhenti berjalan, jubah mereka akan menjadi panas dan semakin panas hingga bisa membakar.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah para ulama-ulama Milenium pertama, termasuk juga para ulama yang berkotbah di televisi.

()Bolge VII: untuk para Pencuri
Ukuran Bolge ini adalah yang terbesar dibandingkan yang lainnya. Mereka yang tinggal di dalamnya adalah para pencuri dan penadah barang curian. Secara terus menerus mereka akan diserang dan dipatuk oleh ular. Kalau mereka tergigit mereka akan berubah menjadi api dan terbakar sampai menjadi debu. Tapi hanya dalam beberapa detik kemudian, debu itu akan kembali berbentuk manusia yang kebingungan dan merasa tersiksa. Di lain waktu, gigitan ular itu akan mengakibatkan si ular berubah wujud menjadi manusia, sebaliknya si manusia berubah menjadi ular.
Kadang-kadang, ular-ular itu akan melilit tubuh si pendosa seperti kawat tembaga hidup dan mengikat tangannya di punggung dan melingkarkan dirinya di pinggang. Ular-ular itu menempel erat di tubuh pendosa itu seperti benalu, hingga menutupi tampilan asli manusia itu sendiri.

Penjaga Bolge ini adalah seekor centaur bernama Cacus.

()Bolge VIII: untuk para pembimbing palsu
Bolge kedelapan ini sangat mencolok, karena terang benderang oleh api yang membakar dimana-mana. Virgil mengatakan kepada Dante bahwa di dalam setiap api itu ada jiwa-jiwa dari mereka yang memberikan bimbingan palsu selama hidupnya. Mereka akan terbakar selamanya di dalam api. Yang termasuk dalam kategori ini adalah orang-orang yang menyetujui peledakan wilayah Dresden dan orang-orang yang memimpin misi tersebut. Untuk kisah tentang Dresden, bisa dibaca disini.

()Bolge IX: untuk provokator, pembuat skandal dan biang perpecahan.
Lantai dari Bolge ini adalah lumpur bercampur darah. Di dalamnya berada orang-orang yang sering membuat perselisihan, skandal dan perpecahan. Dan karena dosa mereka adalah memisahkan apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, maka hukuman mereka adalah dimutilasi selama-lamanya dengan pedang berdarah milik iblis. Setelah dimutilasi, masing-masing jiwa diharuskan membawa kembali potongan-potongan tubuhnya sendiri dan mengitari tempat itu sebelum kembali lagi kepada si iblis. Dan selama perjalanan mengelilingi tempat itu, perlahan-lahan tubuh mereka akan pulih dan potongannya menyatu kembali. Yang termasuk dalam kategori ini adalah Muhammad Ali, Henry VIII,

Vlad Tepes (ikon drakula), pengacara-pengacara yang membujuk orang untuk bercerai. orang-orang yang memberikan nasehat-nasehat hukum berbau kebencian dan orang-orang yang memulai perang dan menolak untuk menghentikannya. Termasuk juga di dalamnya orang-orang yang menimbulkan perpecahan gereja demi meraih kepentingan mereka sendiri. Iblis yang menjaga tempat ini berukuran sangat besar. Ketika dia berdiri, tubuhnya memenuhi seluruh jembatan yang melintas di Bolge itu. Pedangnya adalah kuku jari tengahnya yang luar biasa besarnya. Kuku ini dipergunakan seperti layaknya pedang panjang untuk membasmi para pendosa yang mencoba keluar jalur.

Untuk Bolge X, ada di artikel selanjutnya.

Neraka Di Infernonya-Dante (9)

Sudah lama tidak melanjutkan artikel bersambung tentang Neraka Di Inferno-nya Dante lagi. Maklum, selain karena sedang dalam suasana Natal, juga karena sibuk dengan Mommy Mayonnaise dan Female Stuffs. Hehehe.. Sekarang sudah sampai Lapisan ke-delapan dari total sembilan lapisan. Mari kita lanjutkan..

Bagian Ke-sembilan: Lapisan ke-delapan (Malebolge)
Setelah melewati Lapisan Ke-delapan, Dante memasuki lapisan berikutnya, Lapisan kedelapan. Lapisan ini adalah untuk mereka-mereka yang memiliki sifat dengki, mereka yang telah menyalah-gunakan kepercayaan orang lain dan orang-orang yang yang menjalankan usaha untuk menipu orang lain. Dosa ini termasuk dalam kecurangan tingkat awal. Termasuklah di dalamnya orang-orang munafik, penjilat, penggemar ilmu sihir, pemalsu, pencuri dan pencuri rumah ibadah.

Lapisan ini dibagi atas sepuluh jurang (yang disebut dengan istilah Bolge) dengan tebing curam dengan parit-parit melingkar. Masing-masing memiliki kedalaman 25 meter dan lebar 50 meter. Di dalam jurang-jurang inilah para pendosa itu ditempatkan. Lingkaran-lingkaran ini mengelilingi seluruh Lapisan kedelapan.
Terdapat jembatan-jembatan melengkung yang lebar masing-masingnya sekitar tiga meter, melintasi setiap lingkaran dan mengarah lebih jauh ke dalam Neraka. Jembatan ini akan menurun dengan curam pada sisi yang paling ujung. Masing-masing jurang berada tujuh meter lebih rendah daripada yang berada di depannya.

Penjaga untuk Neraka Lapisan kedelapan adalah Geryon yang merupakan simbol dari kecurangan itu sendiri. Terlihat dari bagaimana mahluk ini mengambil wujud wajah seorang pria yang jujur tapi memiliki tubuh seekor naga. Suaranya dalam berat. Geryon bisa membawa orang turun ke Lapisan kedelapan, tapi dia harus dipanggil dengan tata cara tertentu.
Dante dan Virgil memilih untuk turun dengan menggunakan tali saja. Tapi begitu Geryon muncul dari kedalaman, Geryon tetap harus ditawari untuk membawa pengunjung itu turun ke Lapisan Kedelapan.

()Bolge I: untuk Mucikari dan Penggoda
Tempat ini adalah untuk menghukum para mucikari dan mereka-mereka yang menggoda orang lain secara seksual. Selain mucikari, di dalamnya juga termasuk para produser film yang memaksa artis-artis yang ikut casting untuk tidur dengannya agar lulus casting dan juga para pemerkosa. Di masa hidupnya, para penggoda ini telah memaksa orang lain untuk melayani nafsu jahatnya, jadi di neraka mereka mengalami yang sebaliknya.
Para mucikari dan penggoda dibagi menjadi dua barisan yang berjalan di masing-masing sisi selokan. Mereka akan dipaksa untuk berjalan secepat-cepatnya oleh iblis-iblis bertanduk yang selalu mendesak mereka untuk berjalan dengan dengusannya yang mengerikan.

Iblis-iblis ini berkulit hitam dengan tinggi sepuluh kaki dan sangat jelek. Mereka selalu mengejek para pendosa sambil memaksa mereka untuk berjalan dengan cepat. Kedua barisan ini dipisahkan oleh sebuah dinding batu kasar yang berlubang-lubang.
Sepanjang perjalanan, tubuh para mucikari dan penggoda ini akan bergesekan ke dinding batu yang kasar itu. Demikian seterusnya sampai selamanya.

()Bolge II: untuk para penjilat
Di tempat ini terdapat orang-orang yang menjilat selama hidupnya, termasuklah di dalamnya para pelaku iklan. Di neraka, mereka tenggelam dalam kotoran sebagai perwujudan sifat penjilat mereka selama hidupnya. Mereka juga mengalami perubahan fisik. Sehingga kotoran juga keluar dari mulut mereka, setiap kali mereka bicara. Uap yang keluar dari Bolge yang ini sangat berbau busuk dan menyemburkan kotoran ke tepi Bolge yang sama menjijikan dan memuakkan. Para pendosa disini akan dihukum untuk tenggelam di dalam lautan kotoran manusia.


()Bolge III: untuk Pencuri rumah ibadah.
Orang-orang yang termasuk dalam kategori ini adalah mereka-mereka yang mencuri barang-barang milik Tuhan dengan menjual bangunan-bangunan Gereja dan bukannya membantu memberikan kepastian hukum untuk kepemilikan bangunan-bangunan itu.
Kalau orang-orang jenis ini telah menghina barang-barang suci di masa hidupnya, maka di neraka merekalah yang mendapat penghinaan. Mereka berbaring telungkup di lubang yang dipenuhi dengan minyak sampai hanya kaki mereka saja yang terlihat.
Api akan menelan kaki mereka yang mengejang-ngejang tak terkendali. Yang termasuk dalam golongan ini adalah beberapa orang Paus (diantaranya adalah Paus Nicholas II). Juga para guru dari aliran New Age yang menjual pencerahan.

()Bolge IV: untuk Penyihir, tukang tenung dan peramal.
Mereka semua akan dihukum di selokan yang ini. Hukuman yang mereka terima adalah bahwa kepala mereka akan diputar sampai menghadap ke belakang. Sehingga mereka harus maju sambil berjalan mundur.
Beberapa tukang tenung yang terkenal seperti Amphiarus, Tiresias, Aruns, Manto, Euryplus, Michael Scot, Guido Bonatti dan Asdente.
Termasuk juga orang-orang yang berusaha meramal dengan menggunakan jarum, kertas dalam kie ataupun menggunakan boneka. Type peramal lainnya adalah seorang guru yang memberikan istilah disleksia bagi murid-muridnya yang kurang bisa membaca.
Karena dengan demikian dia sudah mempridiksikan bagaimana masa depan pendidikan anak itu di kemudian hari.

()Bolge V: untuk Koruptor dan pemberi suap
Tempat ini adalah untuk mereka yang telah mencuri dari orang-orang yang percaya kepada mereka. Mereka-mereka yang mencari uang dengan cara yang tidak halal.
Mereka akan terbenam dalam wadah raksasa yang mendidih yang dengan takut-takut mencoba memunculkan wajah mereka ke permukaan. Dengan resiko terlihat oleh iblis yang menjaga dan akan menhancurkan mereka dengan cakar dan tombak mereka.
Iblis-iblis yang berada disini disebut sebagai Melebrache. Pemimpinnya bernama Malacoda. Iblis-iblis lain yang juga ada disana adalah Alichino, Calcabrina, Cagnazzo, Barbariccia, Libicocco, Draghignazzo, Ciriatto, Graffiacane, Farfarello, dan Rubicante.
Semua iblis ini terperangkap di bolge ini dan tidak bisa meninggalkan Bolge kelima.

Tentang Bolge berikutnya, tunggu di posting lainnya :)

Neraka Di Infernonya-Dante (8)

Untuk kisah di Lingkaran Pertama Lapisan Ketujuh ini, bisa dilihat disini.

-Lingkaran kedua, untuk mereka yang jahat kepada dirinya sendiri.
Disini ditemukan mereka-mereka yang tidak mengasihi dirinya sendiri. Seperti melakukan bunuh diri atau tidak menjaga kesehatan dirinya dan juga mereka-mereka yang tak pernah punya waktu untuk menikmati hidupnya dan tidak mau bergembira. Mereka yang selalu bersedih, meskipun dalam situasi yang berbahagia. Tempat ini disebut juga Hutan Bunuh Diri. Sebuah hutan yang gelap dan sangat berbahaya yang dipenuhi pepohonan yang berdaun hitam. Jiwa orang-orang yang bunuh diri ini akan dikurung dalam setiap pohon-pohon berduri yang ada disana. Dan pohon-pohon inilah yang secara terus menerus diserang oleh Harpy-Harpy yang menjijikkan yang terbang di atas tempat terkutuk ini.

Harpy adalah perwujudan burung raksasa yang memiliki wajah wanita dewasa. Ketika para Harpy memakani ranting pepohonan ini, menghancurkan daun-daun dan dahannya, maka bagian yang luka itu akan mengeluarkan darah. Dan selama darah itu masih mengalir, maka jiwa yang terperangkap dalam pohon itu akan bisa mengeluarkan suara. Karena mereka yang menghancurkan tubuhnya sendiri adalah orang-orang yang mengingkari wujud manusianya. Jadi, moral utama dalam kehidupan mereka adalah penghancuran diri sendiri. Sehingga mereka hanya diizinkan berbicara melalui luka dan air mata. Hanya melalui darah mereka sendirilah mereka bisa mengeluarkan suara.

Ada juga sekelompok orang-orang yang berlarian kesana-kemari di dalam hutan. Mereka adalah mereka-mereka yang telah menghancurkan harta miliknya agar bisa lebih kaya lagi. Misalnya, orang-orang yang membakar rumahnya untuk memperoleh ganti rugi asuransi. Mereka dihukum abadi akan dikejar-kejar oleh anjing ganas. Jika mereka tertangkap, anjing-anjing itu akan mencabik-cabik mereka.

Di sela-sela Hutan Bunuh Diri ini terdapat area pembuangan sampah yang berisi semua sampah polusi yang dihasilkan manusia. Tempat ini adalah untuk mereka-mereka yang merusak diri sendiri dengan menghasilkan polusi lingkungan. Beberapa diantara mereka dikejar-kejar oleh buldoser yang hidup. Beberapa yang lain dikutuk untuk bekerja di pabrik-pabrik yang menyemburkan kotoran seperti yang mereka lakukan untuk meraup keuntungan semasa hidupnya.

Dua kelompok orang terlihat sedang sibuk bekerja. Kelompok pertama bekerja menyusun bagian-bagian barang-barang canggih yang telah rusak dan berusaha memperbaikinya. Sementara kelompok yang satunya berusaha merusaknya kembali dan kemudian menyerahkan bagian-bagian yang sudah terpisah itu untuk disusun ulang kepada kelompok pertama
.
Ada beberapa bagian dari tempat pembuangan sampah ini yang dilalui oleh selokan-selokan dengan air yang dipenuhi sampah jorok berbau busuk. Ada juga beberapa yang tergeletak di kolam minyak dan terus menerus dipatuk oleh burung pemakan minyak. Gas berbau busuk dan sampah-sampah polusi lainnya juga memenuhi tempat ini, termasuk gas air mata. Terdengar suara-suara yang terus menerus merintih, suara jeritan motor dan derakan mesin-mesin. Aliran sungai darah mendidih, Phlegethon, juga mengalir melalui lingkaran ini.

-Lingkaran ketiga, untuk pelaku kejahatan yang menentang Tuhan dan alam
Lingkaran ketiga dari Neraka Lapisan ketujuh ini adalah untuk mereka-mereka yang semasa hidupnya melakukan kejahatan menghujat Tuhan. Baik itu dengan mengutuk Nama Tuhan ataupun dengan menghina alam yang merupakan anugerah Tuhan.
Pendosa-pendosa yang tinggal disini adalah para penghujat Tuhan, lintah darat dan pelaku sodomi. Mereka akan terperangkap selamanya di Tanah Pasir Terbakar, yang secara terus menerus menurunkan hujan api yang besar yang akan menghilang begitu menyentuh tanah. Tapi akan langsung membakar jika menyentuh tubuh para pendosa itu.
Tempat ini juga dikenal dengan sebutan Tanah Keburukan. Dan disini, ketiga jenis pendosa tadi akan mengalami perlakuan yang berbeda.

Para penghujat Tuhan akan ditelanjangi dan ditarik dalam posisi telentang di tanah di bawah hujan api. Beberapa diantaranya berteriak-teriak dan mengutuk Tuhan.
Para pelaku sodomi yang juga telanjang, akan mengembara selamanya di tanah yang membara itu, atau berjongkok di tanah dengan beralaskan tangan mereka sendiri.
Para lintah darat akan merangkak di pasir yang panas sambil membawa karung uang yang besar di leher mereka. Mereka menggunakan perhiasan-perhiasan mahal, tapi identitasnya ditutupi. Ini sebagai simbol bagaimana mereka telah kehilangan identitasnya karena terlalu memburu harta. Dan warna pakaian mereka menandakan klan keluarganya.
Perusahaan simpan pinjam adalah contoh lintah darat di zaman modern dan juga dikutuk disini.

Aliran darah mendidih sungai Phelegethon mengalir melalui lingkaran ini sampai ke bagian tepinya menuju ke Lapisan Ke-delapan. Disini badan sungai semakin menyempit tapi aliran darahnya semakin deras. Terdengar suara seperti jeritan dari dalam arus air yang warnanya merah terang. Aliran ini kemudian jatuh dengan suara yang mengerikan ke jurang yang dalam menuju Lapisan Kedelapan.

Neraka Di Infernonya-Dante (7)

Bagian Ketujuh: Lapisan Ke-enam (Kota Dis)
(Untuk para penganut bid’ah)

Setelah melewati Lapisan Ke-lima, Dante menuju ke lapisan berikutnya. Tempat ini adalah tempat penghukuman abadi untuk mereka-mereka yang menganut ajaran bid’ah semasa hidupnya. Termasuk dalam kategori ini adalah agama-agama yang melenceng dari agama Kristen tapi masih menganggap diri sebagai Kristen.
Aliran-aliran kepercayaan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Alkitab. Agama-agama yang menyelewengkan penafsiran Alkitab untuk untuk kepentingan tertentu. Juga mereka-mereka yang atheis, penganut animisme, penyembah berhala

Neraka pada lapisan ini masih terbagi atas dua bagian lagi:
Pertama, daerah kosong yang dipenuhi makam dengan batang-batang besi membara bertonjolan di atasnya. Beberapa diantaranya bahkan tampak begitu merah karena panasnya. Masing-masing besi itu mewakili jiwa orang-orang yang menganut paham bid’ah semasa hidupnya. Mereka terkurung dalam lubang-lubang besar mirip tong yang bertebaran diantara makam-makam itu. Di dekat masing-masing makam juga terdapat lempengan besi yang berukuran cukup besar dan berfungsi untuk menutup lubang-lubang itu. Udara disini terasa panas dan kering.

Kedua, ada dataran luas di Kota Dis yang menyerupai musoleum yang terbuat dari marble putih. Terdapat deretan koridor selebar sekitar lima meter dengan tinggi yang hampir sama disana. Udara di dalamnya sejuk, berbeda dengan panas menyengat yang ada di bagian luar luar. Musik yang merdu dan manis mengalun lembut dari suatu tempat dan volumenya tidak pernah berubah. Di dalam musoleum, terdapat dinding yang ditutupi marble berbentuk persegi empat yang diatasnya tertulis daftar nama-nama, tanggal lahir dan tanggal kematian. Kadang-kadang juga terdapat potongan puisi. Di belakang masing-masing lempengan inilah terkurung orang-orang yang tidak mempercayai Kristus. Kalau dinding lempengan itu diketuk, kadang-kadang bayangan mereka bisa muncul keluar.

Di sisi lain, terlihat beberapa ceruk padat memenuhi dinding. Di dalam setiap ceruk ini terdapat sebuah jambangan besar. Di seberangnya terdapat terdapat beberapa ruangan kecil yang dihiasi dengan ornamen kuburan yang sangat besar dalam berbagai model. Setelah beberapa saat, maka akan mulai terdengar geraman, rengekan, kemarahan, kutukan dan sebagainya yang datang dari dalam kuburan-kuburan itu.

Beberapa dari koridor yang terdapat di musoleum ini mengarah kembali ke gerbang besi Kota Dis. Sementara yang lainnya menuju ke Lapisan Ketujuh.
Di tepi Lingkaran Keenam berbatasan dengan Lingkaran Ketujuh, tercium bau amis yang menjijikkan. Sehingga siapapun yang memasukinya mungkin harus berhenti beberapa saat dulu untuk membiasakan diri.

Bagian Ke-delapan: Lapisan Ke-tujuh
(Untuk mereka-mereka yang memiliki sifat bengis, kasar dan kejam)

Lapisan ini adalah tempat untuk mereka-mereka yang dikutuk karena sifat kasar dan kekejaman yang seperti binatang semasa hidupnya. Penjaganya bernama Minotaur.
Disini terdapat tiga lingkaran yang ditentukan berdasarkan jenis dosa yang mereka lakukan.

-Lingkaran Pertama, berada tepat dibawah Lapisan Keenam.
Ini adalah tempat untuk mereka-mereka yang suka berlaku kasar pada tetangganya, baik itu dengan cara membenci, membunuh ataupun merampas.
Di lingkaran ini pula terdapat Sungai Phlegethon (Phlegyas) yang dialiri darah yang mendidih. Baunya tidak tertahankan. Berisi darah segar dan bergumpal.
Mereka yang berada disana akan meronta-meronta untuk menyelamatkan dirinya agar tidak tenggelam dan hal ini akan berlangsung selamanya. Kedalaman sungai ini tergantung pada dosa masing-masing. Semakin besar dosanya, maka sungai tempatnya berada akan semakin dalam.

Sementara itu, seekor centaur (kuda berkepala manusia) dan jiwa-jiwa terkutuk yang telah pernah mengalami kekerasan di masa hidupnya akan berpatroli di sepanjang tepi sungai. Mereka siap memanah setiap pendosa yang berusaha mengangkat dirinya dari sungai darah itu melewati batas yang ditentukan. Para pendosa yang dihukum di sungai ini mengenakan seragam seperti yang mereka pergunakan di masa hidupnya dulu. Mata mereka terlihat berkabut dan wajahnya tanpa ekspresi. Pemimpin para centaur ini bernama Chiron, putra Saturnus dan Philyra yang terkenal karena kebijaksanaannya.
Ia kemudian menunjuk centaur lain bernama Nessus untuk memandu Dante dan Virgil menyeberangi sungai Phlegethon.

Disungai darah yang mendidih ini ada satu kapal kayu yang tenggelam terkatung-katung. Di dalamnya terdapat orang-orang jahat yang menjadi penjual budak semasa hidupnya. Mereka terperangkap di bawah alat pemanggangan di dek kapal. Dante juga melihat sebuah pulau yang dibentuk dari sekumpulan pekerja hukum yang pada masa hidupnya telah dengan sadar melepaskan banyak penjahat yang seharusnya dihukum, yang telah membebaskan pembunuh-pembunuh dari hukuman dengan tidak adil. Mereka akan terpuruk saling menindih satu sama lain dan berusaha agar orang yang sedang ditindihnya tetap merasa lelah hingga tidak mampu melawan, kalau tidak pulau itu akan hancur berantakan karena fondasinya bangkit dan melarikan diri dan mereka semua tercebur ke sungai darah. Atau bahkan mencoba untuk berbalik menindih mereka yang diatasnya. Jadi, meskipun tempat ini tidak dibanjiri darah, para penghuni pulau itu tetap tidak bisa bergembira. Di satu tempat, aliran darah sungai Phlegethin ini akan menurun melewati sisa tingkatan ini dan jatuh ke Lapisan Kedelapan.

Untuk Lingkaran Kedua, lihat di posting berikutnya.

Neraka di Inferno-nya Dante (6)

Bagian Keenam: Lapisan Kelima
(Untuk mereka yang pemarah dan pemurung)

Aliran Sungai Styx yang mengalir dari Neraka Lapisan Keempat telah menjadikan lapisan ini terdiri atas rawa-rawa bau yang tersebunyi di balik kabut tebal. Kedalaman rawa ini hanya setinggi mata kaki, tapi sangat licin dan menjijikkan. Ada banyak pohon yang rendah dan semak-semak yang bertebaran tak beraturan. Tempat ini adalah rumah untuk dua jenis pendosa. Orang yang pemarah dan pemurung.
Disini, jiwa-jiwa yang tak terhitung banyaknya itu akan saling menyerang satu sama lain dalam lumpur. Mereka semua adalah jiwa-jiwa yang dikuasai oleh amarah. Mereka bahkan marah terhadap diri mereka sendiri sehingga mereka juga menyerang dan menggigit tubuhnya sendiri.

Virgil juga menunjukkan kepada Dante gelembung-gelembung udara yang tampak di atas lumpur. Gelembung itu menandakan bahwa ada jiwa-jiwa yang terbaring di dalam lumpur. Itu adalah jiwa-jiwa si pemurung. Pada masa hidupnya, mereka menolak menerima pencerahan spiritual. Setelah mereka meninggal, mereka akan dikubur di bawah lumpur Styx yang bau. Mereka akan mengeluarkan suara-suara gerutuan sehingga memunculkan gelembung udara yang naik ke permukaan lumpur.
Setelah melewati bagian tepinya yang berlumpur, Sungai Styx akan semakin dalam di bagian tengahnya. Disini juga terdapat orang-orang pemarah yang masing saling berkelahi di bawah air. Dan orang-orang pemurung juga terbaring di bawah permukaan air. 

Terdapat menara-menara hitam yang besar berbaris di sepanjang tepian rawa. Menara-menara ini merupakan terminal kapal. Ada pancaran cahaya berwarna merah seperti api atau laser yang memancar dari jendela paling dari setiap menara, mengarah ke menara-menara sejenis yang berada di seberang Sungai Styx. Itu adalah Kota Dis, kota tempat Setan berada.
Sinyal ini adalah untuk untuk memberitahukan bahwa si pembawa kapal, bernama Phlegyas, sedang berlayar membawa penumpang yang hendak menyeberang ke Kota Dis. Phlegyas adalah seorang pria besar yang berjanggut lebat dengan mahkota pendek dari emas yang selalu berdiri di bagian depan kapalnya.
Ia membawa penumpang dari satu terminal ke terminal yang lain di sisi Sungai Styx.

---Menyeberangi sungai Styx---
Setelah menyeberangi sungai Styx, kabut mulai menghilang dan udara terasa semakin panas. Entah bagaimana seluruh kabut itu bisa terbakar habis sehingga tampaklah di seberang Styx, dinding lumpur tebal yang bau seluas seperempat mil di bagian depan Kota Dis. Dinding-dinding itu terlihat bagaikan tirai raksasa, dengan bagian lengkung berbentuk menara yang terbuat dari besi membara. Beberapa diantaranya sepertinya cukup panas untuk bisa membakar karena terlihat merah menyala.
Api abadi yang membakar di dalam kota adalah satu-satunya sumber cahaya di dalam neraka. Di satu bagian terdapat gerbang raksasa yang memotong bagian dinding. Iblis menjaga setiap bagian dari dinding terbuka tempat gerbang itu berada.
Daerah ini adalah akhir dari "Neraka Bagian Atas" dan awal dari "Neraka Bagian Bawah"

Diantara Neraka Lapisan Kelima dan Keenam, di dalam Kota Dis, merupakan tempat birokrasi Neraka untuk manusia, seperti layaknya di dunia nyata. Sebuah gedung besar yang pekerjaannya adalah membuang waktu untuk melakukan hal-hal yang samasekali tidak membantu. Mereka meminta ribuan berkas sebelum mau bertindak untuk menolong. Lupakan niat untuk mencoba melarikan diri lewat jendela. Karena besi-besi itu akan berubah menjadi panas membara kalau didekati orang yang memiliki niat untuk kabur.
Hewan-hewan berbulu akan muncul kalau gedung sudah dipenuhi terlalu banyak orang. Ia akan melayang dari langit dan memanggil Medusa agar mengubah mereka semua menjadi batu dan dilemparkan ke neraka selamanya. Lewat dari tempat ini, ada jalan menuju ke Neraka Lapisan Keenam