Yay!

It’s been a while since our last time in my hometown, Medan and I really miss it right now. I can’t visit that place anytime I want due to the distance between us. There is no direct flight from here to Medan, we must transit once in the capital city, Jakarta. And transit means more payment. And I don’t think that it’s a wise idea to waste money on that trip for just a couple of days visit.
Well, I love Medan, but not as much as I love my little family here. I want to be wherever they are and we can stay together in the same town and house. So I’d rather stay here with my hubby and daughter with me than stay in Medan with just the two of us (daughter and me) there. That’s a bit complicated right? :(
The good news is we are going to visit Medan again next month for about one week to attend my sister’s wedding. Yay! That is really good news. My sister’s wedding is the best one and coming back to Medan is the compliment LoL. Even if it’s for one week only, it doesn’t matter. I just want to have sometimes to explore my hometown again and grab everything I can’t find in my current city, Palembang. I’m so excited and already made a kind of to-do list (other than my family big occasion of course) right now. Can you guess what kind of thing which on top of my list then?

………………………………

Yes! You’re absolutely right! I’m going to spend a lot of time in my favorite restaurants in Medan; kind of restaurants which I can’t ever find in Palembang. I don’t care if it’s going to cost me a few lbs as the result. I really don’t care… LoL
Until then, I can keep my to-do list in the save place and wait for the time to come. Yay!








picture source: bionharrigan.com

Aku Betah Kok

Sudah tiga minggu lebih kami menjadi warga tidak tetap di kota Palembang, tempat Jembatan AMPERA yang megah itu berada. Sejauh ini, yang kurasakan, aku masih merasa betah. Yang pasti, alasan terbesarnya adalah karena kami bertiga (suami, anak dan aku sendiri) bisa ngumpul bersama. Sehingga, meskipun jauh dari kampung halaman, rasanya tidak terlalu sedihlah.
Menurutku, hanya perlu beberapa hal yang sifatnya sederhana saja, untuk bisa membuatku merasa betah dan nyaman tinggal di sebuah lingkungan baru. Alasan-alasan tambahan, diluar alasan karena bisa ngumpul bareng keluarga tentunya ya. Tentunya kan nggak cukup dengan itu saja. Ada hal lain yang mendukung nyaman atau tidaknya tinggal di kampung orang. Hehehe..

Alasan utama berikutnya yang bisa membuatku betah adalah: sinyal yang bagus untuk wireless internetku. Maklum, aku bukan jenis orang yang suka jalan kesana-kemari hanya berdua dengan anakku. Makanya, waktu untuk keluar rumah bagi kami adalah di akhir pekan, ketika suami memang sedang tidak masuk kantor. Kalau untuk jalan-jalan berdua saja dengan Asha, ah kurang sreg ah. Akibatnya, waktuku dari senin sampai jumat itu terpakai di depan laptop. Ngapain aja? Banyak! Yang pasti, ngerjain job review dan tak lupa merawat game-game kesayanganku di Facebook. Hohoho.. Tak ketinggalan, blogwalking dan update blog juga, biar PR nggak anjlok.

Alasan yang kedua adalah: kondisi tempat tinggal yang nyaman dan AMAN. Nggak terbayang rasanya kalau harus selalu merasa deg-degan karena tinggal di daerah yang “katanya” rawan kriminal. Atau daerah yang rawan banjir. Aduuhh…gimana mau betah?!?!

Alasan yang ketiga: gampangnya akses untuk belanja kebutuhan dapur. Kalau bisa sih, tinggalnya dekat pasar tradisional, jadi tidak perlu repot untuk belanja. Aneh juga rasanya kan kalau harus menempuh waktu hampir sejam hanya untuk membeli ikan sekilo beserta bumbu-bumbu dapur lainnya. Kalaupun tidak tinggal dekat pasar tradisional, yah paling tidak ada si abang/mbak tukang jual sayur dan ikan yang selalu keliling kompleks setiap pagi. Lebih bagus lagi kalau kayak tukang sayur langgananku dulu waktu di Medan. Order via SMS, bo’! Ntar malam kita tinggal kirim sms tentang apa saja yang mau kita beli, besok pagi dia datang nganterin semuanya. Lengkap! Oh ya, aku sudah punya langganan tukang sayur SMS juga loh di Palembang sini. Hehehe…

Rasanya, alasan-alasan di atas tidak terlalu berlebihan kan? Aku toh nggak minta rumah besar dan mewah atau supir pribadi. Hahaha.. Dan karena alasan-alasan yang kutulis diatas sudah terpenuhi selama disini, maka dengan tenang aku bisa mengatakan: AKU BETAH DI PALEMBANG, meskipun tidak terlalu mengidolakan empek-empeknya. Aku lebih suka makan bakmi ALOY yang di Dempo.